Berbicara tentang sosok Yong Dolah, acapkali diposisikan sebagai sosok yang pandai membuat si pendengar celotehnya tak mampu menahan tawanya. Bahkan, Yong Dollah seringkali diplesetkan sebagai sosok yang banyak bualnya. Pandangan ini agaknya kurang tepat dalam menempatkan sosok Yong Dolah secara proporsional. Padahal, sosok Yong Dolah jauh dari sosok pembual. Pada masanya, Yong Dolah merupakan sosok yang memiliki status sosial yang baik dalam strata masyarakat Bengkalis pada waktu itu. Untuk itu, tak mungkin ia mengumbar cerita yang mustahil dan mengada-ada jika tidak memiliki makna di sebalik cerita yang disampaikannya tersebut.
Bila ditelaah kisah-kisah lisan yang disampaikan Yong Dolah dalam kabar kocaknya, terlihat ada pesan yang sangat tinggi yang ingin disampaikan Yong Dolah. Paling tidak, ada beberapa nilai yang ingin disampaikan Yong Dolah dalam cerita lisannya tersebut, antara lain: Pertama, Yong Dolah memperlihatkan tingginya sastra Melayu dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola dalam cerita-ceritanya. Dalam pendekatan sastra Indonesia, penggunaan kata-kata hiperbola tidak dikategorikan sebagai ekspresi cerita yang berisi kebohongan. Dalam seluruh ceritanya, dominasi gaya hiperbola yang disuguhkan Yong Dolah justru menggunakan kata-kata yang tak lazim digunakan untuk mengekspresikan kata-kata hiperbola yang sering digunakan masyarakat pada umumnya. Dalam hal ini, Yong Dolah membuktikan diri sebagai sosok penutur cerita yang kaya dengan istilah kata hiperbola dan menunjukkan bahwa sastra Melayu memiliki gaya hiperbola yang luas dan dinamis. Untuk itu, sangatlah keliru bila banyak masyarakat yang menempatkan Yong Dolah sebagai sosok pembual yang mengisahkan cerita bohong. Hal ini dikarenakan kita tidak mengerti sastra sebagaimana yang ingin disampaikan Yong Dolah dalam cerita-ceritanya.
Kedua, bila ditelaah secara seksama dari cerita-cerita yang disampaikan Yong Dolah, memperlihatkan kualitas intelektual Yong Dolah. Ia mampu mengarang cerita yang membuat pembaca dan pendengar menguras intelektualitas dan imaginasi mereka. Intelektualitas Yong Dolah bukan hanya didekati secara filosofis, akan tetapi secara matematis. Lihatlah bagaimana kualitas intelektualitas Yong Dolah tatkala ia menceritakan tentang Kapal Tanker, Tangga Sakti, Madu Lebah, Ikan Bilis, Radio Philips, Lime Meter, dan sebagainya. Tidak mungkin penutur mampu membuat cerita yang demikian bila tidak memiliki kualitas intelektual yang baik.
Ketiga, pada beberapa ceritanya, Yong Dolah menitip pesan yang sangat tinggi kepada pembacanya. Pesan tersebut antara lain dapat dilihat pada beberapa cerita berikut, yaitu: Pertama, Kapal Tanker mengajak kita untuk aktif, pantang menyerah, berpikir matang, dan memanfaatkan alam secara seimbang. Kedua, Anak Ayam memberikan nilai bagaimana menjadi sosok pemimpin yang ideal. Ketiga, Keker memberikan pesan agar kita mengingat jasa kedua orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita dan agar masyarakat Melayu memiliki cita-cita yang tinggi meski harus diraih dengan susah payah. Bahkan, hampir semua cerita Yong Dolah memiliki pesan-pesan universal dan filofis-kritis yang demikian tinggi untuk menjadi cermin bagi pembacanya. Pesan-pesan yang disampaikan dalam cerita-cerita humornya memiliki kekuatan intelektual dan pesan moral yang tinggi. Namun, karena keterbatasan daya intelektual dan ketidakmampuan pembaca memahami substansi pemikirannya, akhirnya cerita yang disampaikan Yong Dolah hanya lebih dominan dipahami sebatas gurauan belaka.
Keempat, Yong Dolah mampu menyuguhkan suatu cerita yang universal. Cerita yang disampaikannya bukan hanya dikonsumsi oleh anak-anak, akan tetapi juga orang tua, masyarakat yang berpendidikan rendah sampai intelektual di Bumi Lancang Kuning ini. Paling tidak, kehadiran bentuk sastra ala Yong Dolah merupakan media bacaan yang baik, terutama dalam kondisi masyarakat saat ini yang banyak disuguhkan bacaan-bacaan yang berkualitas rendah dan hanya mengumbar kekerasan dan seksualitas belaka.
Kelima, cerita-cerita Yong Dolah memiliki kualitas humor yang tinggi, baik gaya bahasa yang disampaikan maupun orisinalitas humor yang disampaikan. Sementara, bila dibandingkan dengan banyak cerita humor yang ada saat ini yang banyak memiliki kesamaan antara satu dengan yang lain dan kurang membuat pembaca rileks dan cerdas secara intelektualitas setelah membacanya. Tatkala secara cermat ditelusuri cerita-cerita yang disampaikan Yong Dolah pada zamannya, maka kita akan teringat dengan sosok Abu Nawas yang menghias cerita di negeri Seribu Satu Malam. Pada zamannya, Abu Nawas merupakan orang cerdas yang mampu membuat sejarah masa itu menjadi lebih hidup.
Mungkin, sosok Yong Dolah dapat dikatakan sebagai sosok Abu Nawas Melayu yang pernah lahir di Bumi Lancang Kuning ini. Apa yang diceritakannya merupakan model cerita yang genuine milik ala Yong Dolah. Apa yang diceritakannya senantiasa relevan sepanjang masa dan dapat dikonsumsi oleh semua usia. Untuk itu, tidaklah pantas tatkala cerita yang disampaikan Yong Dolah menjadi bahan cemoohan dan bernada negatif. Akan tetapi, cerita yang disampaikannya mencerminkan kualitas intelektual Yong Dolah sebagai sosok penutur salah satu bentuk sastra Melayu.
Jika memang demikian, maka berarti pada zamannya pendidikan dunia Melayu telah demikian maju. Sebab, tak mungkin lahir sosok Yong Dolah bila pendidikan dunia Melayu tidak maju. Bahkan, sampai hari ini, model cerita ala Yong Dolah tak mampu diproduksi kembali oleh intelektual budayawan dan pemerhati sastra modern. Jika memang demikian dan apa yang diceritakan Yong Dolah memiliki kualitas sastra dan nilai filosofi yang demikian tinggi, apakah tidak selayaknya negeri ini memberikan penghargaan atas hasil intelektualitas Yong Dolah sebagai sosok budayawan Melayu yang memiliki warna tersendiri dalam mengekspresikan salah satu bentuk sastra Melayu yang bernilai. Atau, mungkin kita belum mampu memahami universalitas dan keluasan sastra sehingga kurang menghargai bentuk sastra ala Yong Dolah? Kita tunggu.Wa Allahu `alam bi alshawwab.
__________
Prof Dr H Samsul Nizar MA, Guru Besar pada Fakultas Pendidikan dan Keguruan Islam UIN Suska Riau, Pemerhati dan Peminat Masalah-masalah Sastra dan Kebudayaan Melayu.
Sumber: http://www.riaupos.info
Article By : Datuk Bertuah
Bila ditelaah kisah-kisah lisan yang disampaikan Yong Dolah dalam kabar kocaknya, terlihat ada pesan yang sangat tinggi yang ingin disampaikan Yong Dolah. Paling tidak, ada beberapa nilai yang ingin disampaikan Yong Dolah dalam cerita lisannya tersebut, antara lain: Pertama, Yong Dolah memperlihatkan tingginya sastra Melayu dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola dalam cerita-ceritanya. Dalam pendekatan sastra Indonesia, penggunaan kata-kata hiperbola tidak dikategorikan sebagai ekspresi cerita yang berisi kebohongan. Dalam seluruh ceritanya, dominasi gaya hiperbola yang disuguhkan Yong Dolah justru menggunakan kata-kata yang tak lazim digunakan untuk mengekspresikan kata-kata hiperbola yang sering digunakan masyarakat pada umumnya. Dalam hal ini, Yong Dolah membuktikan diri sebagai sosok penutur cerita yang kaya dengan istilah kata hiperbola dan menunjukkan bahwa sastra Melayu memiliki gaya hiperbola yang luas dan dinamis. Untuk itu, sangatlah keliru bila banyak masyarakat yang menempatkan Yong Dolah sebagai sosok pembual yang mengisahkan cerita bohong. Hal ini dikarenakan kita tidak mengerti sastra sebagaimana yang ingin disampaikan Yong Dolah dalam cerita-ceritanya.
Kedua, bila ditelaah secara seksama dari cerita-cerita yang disampaikan Yong Dolah, memperlihatkan kualitas intelektual Yong Dolah. Ia mampu mengarang cerita yang membuat pembaca dan pendengar menguras intelektualitas dan imaginasi mereka. Intelektualitas Yong Dolah bukan hanya didekati secara filosofis, akan tetapi secara matematis. Lihatlah bagaimana kualitas intelektualitas Yong Dolah tatkala ia menceritakan tentang Kapal Tanker, Tangga Sakti, Madu Lebah, Ikan Bilis, Radio Philips, Lime Meter, dan sebagainya. Tidak mungkin penutur mampu membuat cerita yang demikian bila tidak memiliki kualitas intelektual yang baik.
Ketiga, pada beberapa ceritanya, Yong Dolah menitip pesan yang sangat tinggi kepada pembacanya. Pesan tersebut antara lain dapat dilihat pada beberapa cerita berikut, yaitu: Pertama, Kapal Tanker mengajak kita untuk aktif, pantang menyerah, berpikir matang, dan memanfaatkan alam secara seimbang. Kedua, Anak Ayam memberikan nilai bagaimana menjadi sosok pemimpin yang ideal. Ketiga, Keker memberikan pesan agar kita mengingat jasa kedua orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita dan agar masyarakat Melayu memiliki cita-cita yang tinggi meski harus diraih dengan susah payah. Bahkan, hampir semua cerita Yong Dolah memiliki pesan-pesan universal dan filofis-kritis yang demikian tinggi untuk menjadi cermin bagi pembacanya. Pesan-pesan yang disampaikan dalam cerita-cerita humornya memiliki kekuatan intelektual dan pesan moral yang tinggi. Namun, karena keterbatasan daya intelektual dan ketidakmampuan pembaca memahami substansi pemikirannya, akhirnya cerita yang disampaikan Yong Dolah hanya lebih dominan dipahami sebatas gurauan belaka.
Keempat, Yong Dolah mampu menyuguhkan suatu cerita yang universal. Cerita yang disampaikannya bukan hanya dikonsumsi oleh anak-anak, akan tetapi juga orang tua, masyarakat yang berpendidikan rendah sampai intelektual di Bumi Lancang Kuning ini. Paling tidak, kehadiran bentuk sastra ala Yong Dolah merupakan media bacaan yang baik, terutama dalam kondisi masyarakat saat ini yang banyak disuguhkan bacaan-bacaan yang berkualitas rendah dan hanya mengumbar kekerasan dan seksualitas belaka.
Kelima, cerita-cerita Yong Dolah memiliki kualitas humor yang tinggi, baik gaya bahasa yang disampaikan maupun orisinalitas humor yang disampaikan. Sementara, bila dibandingkan dengan banyak cerita humor yang ada saat ini yang banyak memiliki kesamaan antara satu dengan yang lain dan kurang membuat pembaca rileks dan cerdas secara intelektualitas setelah membacanya. Tatkala secara cermat ditelusuri cerita-cerita yang disampaikan Yong Dolah pada zamannya, maka kita akan teringat dengan sosok Abu Nawas yang menghias cerita di negeri Seribu Satu Malam. Pada zamannya, Abu Nawas merupakan orang cerdas yang mampu membuat sejarah masa itu menjadi lebih hidup.
Mungkin, sosok Yong Dolah dapat dikatakan sebagai sosok Abu Nawas Melayu yang pernah lahir di Bumi Lancang Kuning ini. Apa yang diceritakannya merupakan model cerita yang genuine milik ala Yong Dolah. Apa yang diceritakannya senantiasa relevan sepanjang masa dan dapat dikonsumsi oleh semua usia. Untuk itu, tidaklah pantas tatkala cerita yang disampaikan Yong Dolah menjadi bahan cemoohan dan bernada negatif. Akan tetapi, cerita yang disampaikannya mencerminkan kualitas intelektual Yong Dolah sebagai sosok penutur salah satu bentuk sastra Melayu.
Jika memang demikian, maka berarti pada zamannya pendidikan dunia Melayu telah demikian maju. Sebab, tak mungkin lahir sosok Yong Dolah bila pendidikan dunia Melayu tidak maju. Bahkan, sampai hari ini, model cerita ala Yong Dolah tak mampu diproduksi kembali oleh intelektual budayawan dan pemerhati sastra modern. Jika memang demikian dan apa yang diceritakan Yong Dolah memiliki kualitas sastra dan nilai filosofi yang demikian tinggi, apakah tidak selayaknya negeri ini memberikan penghargaan atas hasil intelektualitas Yong Dolah sebagai sosok budayawan Melayu yang memiliki warna tersendiri dalam mengekspresikan salah satu bentuk sastra Melayu yang bernilai. Atau, mungkin kita belum mampu memahami universalitas dan keluasan sastra sehingga kurang menghargai bentuk sastra ala Yong Dolah? Kita tunggu.Wa Allahu `alam bi alshawwab.
__________
Prof Dr H Samsul Nizar MA, Guru Besar pada Fakultas Pendidikan dan Keguruan Islam UIN Suska Riau, Pemerhati dan Peminat Masalah-masalah Sastra dan Kebudayaan Melayu.
Sumber: http://www.riaupos.info
Article By : Datuk Bertuah
Di sini Saya akan menceritakan dengan logat Melayu Bengkalis….
TERKEKEH…. ALA YONG DOLAH
"Mancing di Pelabuhan Bengkalis"
Budak HD :”Dari mano Yong…?”
Yong Dolah :”Balik mancing”.
Budak HD :”Mancing kat mano Yong…?”
Yong Dolah :”Pelabuhan beso”.
Budak HD :”Banyak dapat ikan Yong…?”
Yong pun mulai lah bercerito :
“Yong mancing kat pelabuhan Bengkalis”.
“Yong lempo lah pancing, sampai ke tengah. Yong pun duduk menyando sambil merokok”.
“Tak habis sebatang rokok, baru duo kali isap, teraso pancing Yong disentak, tekejut Yong….”
“Takut putus Yong ulo-ulo lah…. Sampai lah ke Dumai”.
“Yong tarik , teraso berat dalam hati ni pasti pari beso…. “.
“Tarik-tarik …. sekali Yong angkat rupo nyo bilis”.
“Geram Yong belah perut nyo keluo kapal selam”.
Budak HD :...???????”
"Manjat Pokok Kelapo"
Petang itu saya sedang minum kopi di kedai kopi Lhe Guan, sedang asek menghirup kopi lewat Yong, saya pun menegurnyo, “ Yong nak ke mano tu….”.
Yong Dolah :”Tak kemano”
Budak HD :”Sini lah ngopi”.
Yong Dolah :”Boleh jugo”.
Budak HD :”Dari mano tadi, apo crito ni..??”
Yong Dolah :”Semalam bini Yong nak masak gulai lemak, dio minta
diambikkan kelapo. Yong panjatlah kelapo
belakang rumah.
Budak HD :”Tinggi Pokok kelapo nyoYong…?”
Yong Dolah :”Tinggi tu tidak lah tp kalo lewat kapal terbang
keno jugo pucuk nyo”.
“ Dah semuo kelapo Yong petik, pas nak turun Yong tak
dapat. Nampak ado tanggo dekat dapur. Yong ambik
tanggo tu Yong pun turun pakai tanggo”.
Budak HD :”hehehe…”
"Kapten Kapal Pesiar"
” Katanyo Yong pernah menjadi Kapten Kapal Pesiar .” Ah….! Usahlah dibeso-besokan pengalaman Yong tu tak seberapo . Dari kecik Yong sudah terbiaso dilaut, kerjo jadi Kapten Kapal Pesiar dah macam makan nasi”.
Budak HD : “Penasaran pulak, nak tanyo boleh Yong…?”
Yong Dolah :”Boleh….. apo lah salah nyo”.
Budak HD :”Beso kapal nyo Yong…?”
Yong Dolah :”beso tu tidaklah tapi, kalo bawa nasi dari haluan sampai
ke dapur basi jugo”.
Budak HD :”Banyak ABK nyo Yong…?”
Yong Dolah :”Banyak tu tidak, kalo se-kilo bilis dibagi-bagikan
abis jugo”.
Budak HD :”Alamak…?????”.
"Yong Mancing Dengan Orang Jepang"
Waktu itukan Yong pergi ke negeri Jepun . Terus ikut orng Jepun itu bekelah dekat kolam ikan. Abis tu orang Jepun tu ngael. Tapi umpan nya tak samo seperti kito. Orang Jepun tu pakai umpan daun yang ado dekat situ. Sememang aneh orang Jepun tu mengait selai daun, campakan ke dalam kolam aleh-aleh dapat ikan dengan umpan sehelai daun tu.
Yong pening lalat jugo tengok orng Jepun tu. Yong tak mau kalah, Yong ambik parang Yong tebang pokok kayu yang ado kat kolam tu. Yong letak pokok tu dalam kolam. Tak lame setelah itu Yong angkat pokok tu dari dalam kolam….. Alamaaaak …. Tekejut Yong banyak ikan yang nyangkut dekat pokok tu sekali Yong timbang 10 ton. Ternyato Yong lebih pandai dari orang Jepun. Hehehehe….
"Juara Panjat Pinang Sedunia"
Cerite neh dah lame sangat berade dekat meja tempat biase Neo-Yong Dollah (NYD) bekerje. Tergeletak macam tak ade pemiliknye. Entah setan ape sebab musababnye tibe-tibe saje Yong tertarek dengan crite tuh. Tapi tibe-tibe dari Neet Book Yong terdengar bunyi ”biiib...biiib...You Have a Messege”....Yong tekejutlah. Setelah membuke isi imel tuh Yong benar-benar lebeh terperanjat lagi. Apa sebab?
Imel tuh datangnya dari Presiden IOC. Apa pulak neh?. Menurut Kamus Online yang Yong tengok di google(dot)com, IOC tu singkatan daripade International Olymic Commeete. Kebetulan presidennya kawan Yong dulu sewaktu maseh di Taman Kanak-Kanak. Namenya Mr. Hendry So Nice. Rambotnya cam supermie.
”Alamak! Undangan untuk mengikuti Lombe Panjat Pinang!” Batin Yong ketike itu. Tanpe pikir panjang lagi , Yong langsung berangkat ke Yunani tempat dimane Olimpiade ini dilaksanekan. Tak lame do. Yong dudok kejap di kursi pesawat dan tiba-tiba Yong tekentut....Tooooot.....Pas Yong tersedar Yong dah berade di Lapangan Stadion . Tak terlalu beso sangat do. Stadion tu bentoknye bulat, melingkar. Kalau miko ado di sebelah kanan Yong dan naik kude jantan untok melingkarinye make bulan depan miko baru sampai disisi kiri Yong.
Semue peserta dari semua bangsa rupenya dah berkumpol. Tegap-tegaplah badan mereke semue. Yong sorang yang kecik dan kerempeng. Tapi Yong tak peduli. Sebab Cume Yong satu-satunye yang mewakili tanah air Indonesia.
Sampailah detek-detek yang mendebarkan. Begitu terompet ditiupkan make terdengar sorak sorai penonton. Pada barisan paling depan Yong tengok ada Top Cruise, ade Batman, Superman dan ade kawan lame Yong juga. Ijuf namenyanya. Ade Izul dan Iwen dan……..siape tuh?....ade Ika juge. Wooowww….Yong tambah bersemangatlah…
Tapi waktu tuh semue peserte dah hamper setengah tiang lagi menuju puncak Pohon Pinang. Yong tenang aje. Yong bukak bekal nasi ramas yang Yong beli di rumah makan melayu. Alamak! Ade ikan asen ikan biang kesukaan Yong. Ade sambal blacan dan……semur jengkol…Woww…..Yong makan lahap sangat waktu tuh. Perut dah kenyang, teenage dah bertambah.
Yong dekati pohon pinang tuh. Tibe-tibe Yong tekentut. Tooot..Yong langsung melayang ke atas dan. Yong tekentot lagi. Tooot...Sampailah Yong dipuncak pohon pinang tuh. Yong tarek nafas dalam-dalam dan Yong tengok ke bawah.....
Alamak!?....kemano perginyo semue peserte Lomba tadi ?....Yang Yong tampak cume mobil Ambulance banyak sangat. Ternyate....semue peserta pengsanlah mencium bau kentot Yong. [dikutif dari http://komikyongdollah.blogspot.com. (Untuk melihat cerita-cerita lainnya, silakan kunjungi blog ini)
Imel tuh datangnya dari Presiden IOC. Apa pulak neh?. Menurut Kamus Online yang Yong tengok di google(dot)com, IOC tu singkatan daripade International Olymic Commeete. Kebetulan presidennya kawan Yong dulu sewaktu maseh di Taman Kanak-Kanak. Namenya Mr. Hendry So Nice. Rambotnya cam supermie.
”Alamak! Undangan untuk mengikuti Lombe Panjat Pinang!” Batin Yong ketike itu. Tanpe pikir panjang lagi , Yong langsung berangkat ke Yunani tempat dimane Olimpiade ini dilaksanekan. Tak lame do. Yong dudok kejap di kursi pesawat dan tiba-tiba Yong tekentut....Tooooot.....Pas Yong tersedar Yong dah berade di Lapangan Stadion . Tak terlalu beso sangat do. Stadion tu bentoknye bulat, melingkar. Kalau miko ado di sebelah kanan Yong dan naik kude jantan untok melingkarinye make bulan depan miko baru sampai disisi kiri Yong.
Semue peserta dari semua bangsa rupenya dah berkumpol. Tegap-tegaplah badan mereke semue. Yong sorang yang kecik dan kerempeng. Tapi Yong tak peduli. Sebab Cume Yong satu-satunye yang mewakili tanah air Indonesia.
Sampailah detek-detek yang mendebarkan. Begitu terompet ditiupkan make terdengar sorak sorai penonton. Pada barisan paling depan Yong tengok ada Top Cruise, ade Batman, Superman dan ade kawan lame Yong juga. Ijuf namenyanya. Ade Izul dan Iwen dan……..siape tuh?....ade Ika juge. Wooowww….Yong tambah bersemangatlah…
Tapi waktu tuh semue peserte dah hamper setengah tiang lagi menuju puncak Pohon Pinang. Yong tenang aje. Yong bukak bekal nasi ramas yang Yong beli di rumah makan melayu. Alamak! Ade ikan asen ikan biang kesukaan Yong. Ade sambal blacan dan……semur jengkol…Woww…..Yong makan lahap sangat waktu tuh. Perut dah kenyang, teenage dah bertambah.
Yong dekati pohon pinang tuh. Tibe-tibe Yong tekentut. Tooot..Yong langsung melayang ke atas dan. Yong tekentot lagi. Tooot...Sampailah Yong dipuncak pohon pinang tuh. Yong tarek nafas dalam-dalam dan Yong tengok ke bawah.....
Alamak!?....kemano perginyo semue peserte Lomba tadi ?....Yang Yong tampak cume mobil Ambulance banyak sangat. Ternyate....semue peserta pengsanlah mencium bau kentot Yong. [dikutif dari http://komikyongdollah.blogspot.com. (Untuk melihat cerita-cerita lainnya, silakan kunjungi blog ini)
